Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 18 Januari 2012

Pulvis


ResepNomor  : I
Bentuk sediaan: Pulvis

A.    Dasar teori
Menurut Farmakope III, serbuk adalah campuran homogeny dua atau lebih obat yang diserbukkan. Menurut Farmakope IV, serbuk adalah campuran kering bahan obat yang atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau pemakaian luar. Sedangkan menurut kimia fisik, serbuk adalah partikel bahan padat yang mempunyai ukuran antara 10.000-0,1 mikrometer. ( 1 )
     Cara yang sederhana adalah dengan jalan memasukkan serbuk yang telah diketahui bobotnya, kedalam sebuah gelas takaran kering, kemudian membaca volumenya. Maka dapat dihitung beberapa bobot dari 3 mL serbuk (jika takaran diberikan dalam sendok teh) itu. Karena pada serbuk yang tak terbagi-bagi seringkali diberikan takaran dalam sendok-sendok teh, maka dinyatakan bahwa satu sendok teh rata dari campuran serbuk, meskipun senyawa-senyawa berat, bobotnya jarang sekali melebihi 2 gram. Ebaiknya pada etiket ditulis, pasien harus mengambil satu sendok teh rata. Jika jumlah zat yang berkhasiat keras banyak sehingga menghilangkan zat itu dari zat pengering, berpengaruh kepada bobot dari sesendok makan rata, maka mengukur berat dari serbuk harus dibuat dengan sendok percobaan, dari sebagian masa seluruhnya, kemudian ditetapkan bobot dari sesendok rata senyawa-senyawa yang mengandung air hablur biasanya diganti dengan senyawa-senyawa yang telah kering. Pada sendok tidak terbagi-bagi, takaran maksimumnya tidak dilampaui, maka dengan sendirinya serbuk itu dapat dibuat.  ( 2 )
 Serbuk tak terbagi atau pulvis dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yang pertama yaitu Pulvis adspersorius (serbuk tabur/bedak), serbuk ringan untuk pengunaan topical, dapat dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan pada kulit. Umumnya serbuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka. Syarat dari serbuk tak terbagi atau pulvis ialah Harus halus, tidak boleh ada butiran – butiran kasar (harus melewati ayakan 100 mesh), Talk, kaolin dan bahan mineral lainnya harus bebas dari bakteri Clostridium tetani, C. welcii, Bacillus antracis serta disterilkan dengan cara D (cara kering), Tidak boleh digunakan untuk luka terbuka ( 3 ).
Pulvis dentrificius atau Serbuk gigi, biasanya mengunakan carmin sebagai pewarna yang dilarutkan terlebih dahulu dalam chloroform/etanol 90%. Pulvis sternutatorius serbuk bersin yang penggunaannya dihisap melalui hidung, sehingga serbuk tersebut harus halus sekali. Pulvis effervescent merupakan serbuk biasa yang sebelum digunakan dilarutkan terlebih dahulu dalam air dingin atau air hangat dan dari proses pelarutan ini akan mengeluarkan gas CO2, kemudian membentuk larutan yang pada umumnya jernih. Serbuk ini merupakan campuran antara senyawa asam (asam sitrat atau asam tartrat) dengan senyawa basa (natrium carbonat atau natrium bicarbonate). Syarat-syarat yang digunakan untuk wadah serbuk yaitu terlndung dari pengaruh cahaya atau sinar, udara, kelembapan, kontaminasi, mencegah penguapan serbuk, dan mudah diambil dari wadahnya. Wadah yang sering digunakan dalam bentuk dos serbuk (dos puyer), pot gelas, dan botol mulut lebar. Serbuk harus disimpan dalam wadah tertutup baik ( 4 )




B.     Resep
1.      Resep yang bersangkutan
R/  Acid salicylie                1
      Bals peruv                      1
      Adipis lanae                   2
      Magnesii oxydi             5
      Zinci Oxydi                   5
      Talc.                                36
      M.F.Pulv.
      S.u.e
Pro : yayuk
               


 










2.      Cara Kerja
-          Talcum venetum ditimbang
-          Adeps lanae ditimbang, asam salisilat, dan balsem masukkan mortir, ditambahkan alkohol, kemudian di tambah talk, dan diaduk dan dicampur
-          Magnesii oxydi, Zinci oxydi, diayak dengan B40, ditimbang, masukkan kedalam mortar sedikit demi sedikit dan diaduk.
-          Sisa talcum dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk
-          Masukkan kedalam Pot
-          Beri etiket



3.      Etiket sediaan
APOTEK NICKEN FARMA
JL. Chairil anwar No. 189
Kendari (0401) 395956

4 maret 2011
No                           : 4          
Nama obat           : Acid sallyclic 1 g
Nama pasien        : Yayuk                 tablet
                                                                kapsul
                                                                bungkus
                                3 x sehari 1
                sebelum sesudah makan
 










4.      Khasiat Obat
J Untuk mengobati gangguan kulit seperti biang keringat dan gatal – gatal
J Sebagai antiseptik pada kulit, astringen dan gatal akibat gigitan serangga










C.    Pembahasan
1.      Resep lengkap
Dr. Nissa
SIP no. 235/K/82
Jln. Chairil Anwar no.189
No. Tlp. (0401-395956)
Kendari
Kendari, 04-02-2011
R/            acid salicylie            1
Bals Peruv               1
Adipis lanae            2
Magnesii oxydi 5
Zinci oxydi
Talc.
m.f.pulv.
s.u.e
                                                     Paraf dokter


pro           : yayuk
Alamat     : Jl. D.I panjaitan







           


 













2.      Salinan resep
APOTEK NICKEN FARMA
Jl. Chairil anwar No.189
SIA 42 / AP/ 11
Niken prawesti,S.farm,Apt
No.34/AS/10

APOGRAPH
Tertulis tanggal  : 04 maret 2011               No.R/ : 2
Oleh                 : dr. Nissa                         Tanggal: 05 maret 2011
Pro                   : Yayuk

R/         Acid sallyclic   1
            Bals peruv       1
            Adeps lanae     2
Magnesii oxydi            5
Zinci oxydi      5
Talc.                36
M.f.Pulv.
S.u.e
      Det
                                                            P.C.C

Cap Apotek                                     Paraf Apoteker



 




















Keterangan :
No.
Singkatan
Bahasa latin
Arti
1
R/
Recipe
Ambillah
2
M.f.pulv.
Misce fuc pulvis
Campur dan buatlah dalam bentuk serbuk
3
S.u.e
Sumendus usus externus
Hendaknya dipakai untuk pemakaian luar

3.         Uraian bahan
a.      Acid sallyclic (1)
1.      Nama                 : asam salisilat
2.      Berat molekul    : 138,12
3.        Rumus kimia      : C7H6O3
4.      Kelarutan       : larut dalam 550 bagian air, dan dalam 4 bagian           etanhol (95%) p; mudah larut dalam kloroform P         dan  dalam eter P; larut dalam larutan amonium        asetat P, dinatrium hidrogen fosfat P, kalium sitrat P, dan natrium sitrat P.
5.      Pemerian              : hablur ringan tidak berwarna, atau serbuk  berwarna putih ; hampir tidak berbau ; rasa agak              manis dan tajam.
6.      Penyimpanan     : dalam wadah tertutup rapat
7.      Khasiat   : keratolitikum, anti fungi.
b.      Bals peruv (1)
1.      Nama               : Balsam peruv
2.      Kelarutan       : larut dalam kloroform P; sukar larrut dalam eter P,   dalam eter minyak tanah P dan dalam asam asetat       glasial P.
3.      Pemerian           : cairan kental, lengket tidak berserat; coklat tua;     dalam lapisan tipis berwarna coklat, transparan        kemerahan; bau aromatik khas  menyerupai               vanilin.
4.      Penyimpanan   : dalam wadah tertutup
5.      Khasiat            : antiseptikum ekstern.
c.       Adeps lanae (1)
1.      Nama                 : lemak bulu domba
2.      Kelarutan          : praktis tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam ethanol (95%) P; mudah larut dalam kloroform P         dan dalam eter P.
3.      Pemerian              : zat serupa lemak, liat, lekat; kuning muda dan       kuning pucat, agak tembus cahaya; bau lemah dan   khas.
4.      Penyimpanan       : dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya            ditempat yang sejuk.
5.      Khasiat   : zat tambahan.

d.      Manguesil oxydi (1)
1.      Nama resmi        : magnesia oxydum
2.      Sinonim              : magnesiumoksida
3.      Berat molekul    : 40,30
4.      Rumus molekul  : MgO
5.      Pemerian              : serbuk sangat ringan, putih, tidak berbau, rasa                  agak basa.
6.      Kelarutan              : sangat sukar larut dalam air, praktis tidak larut      dalam etanol (95%) P, larut dalam asaam encer.
7.      Penyimpanan     : dalam wadah tertutup baik
8.      Khasiat               : laksativum ; antikonvulsan

e.       Zinci ocydi (1)
1.      Nama resmi        : zinci oxydum
2.      Sinonim             : sengoksida
3.      Berat molekul    : 81,38
4.      Rumus molekul  : ZnO
5.      Pemerian               : serbuk amorf, sangat halus, putih atau       kekuningan, tidak berbau, tidak berasa, lambat laut           menyerap karbon dioksida dari udara.
6.      Penyimpanan     : dalam wadah tertutup baik
7.      Khasiat               : antiseptikum local
f.        Talcum (1)
1.      Nama resmi        : Talk
2.      Kelarutan           : tidak larut hampir dalam semua pelarut
3.      Pemerian            : serbuk hablur, sangat halus licin, mudah melekat                             pada kulit, bebas dari butiran; warna putih atau    kelabu.
4.      Penyimpanan      : dalam wadah tertutup baik.
5.      Khasiat   : zat tambahan.  
4.      Perhitungan dan penimbangan
a.      Perhitungan
Acid Sallyclic             1 g
Bals peruv                   1 g
Adeps lanae                 2 g
Magnesii oxydi            5 g
                                           
14 g
                              36 g talk-14 g = 22 g (talk)



5.      Pembahasan
Pulvis,  merupakan serbuk tak terbagi, yang dalam pembuatannya tidak perlu lagi dibagi-bagi seperti pulveres. contoh sediaannya adalah bedak tabur. Etiket yang digunakan dalam resep ini ialah berupa warna biru, sebab bentuk sediaan ini merupakann sediaan yang digunakan dalam pengobatan luar.
Pemilihan obat dalam  bentuk serbuk baik diberikan pada anak – anak  karena telah  homogen  sehingga mudah diserap dan diadsorbsi dalam tubuh, dalam  resep diatas  digunakan beberapa bahan obat yaitudalam resep ini digunakan asam sasilat sebagai bahan obat aktifnya yang berfungsi sebagai keratolitikum dan anti fungi, bals peruv yang berfungsi sebagai antiseptikum ekterna, zinc oxydi yang berfungsi sebagai antiseptikum lokal dan untuk zat tambahannya digunakan adeps lanae, magnesia oxidy dan talk.
  Resep ini diperuntukan untuk pasien yang berusia anak-anak, sehingga diperlukan penyesuaian dalam perhitungan dosisnya, karena jumlah dosis obat untuk usia anak-anak berbeda dengan jumlah dosis pemberian pada usia dewasa, akan tetapi jumlah dosis yang diberikan tidak boleh lebih dari dosis maksimum yang telah ditetapkan sebab dapat berakibat buruk bagi pasien. karena dosisnya masih berada dibawah dosis maksimum atau tidak melewati dosis maksimum.
            Pengobatan dengan resep diatas ditujukan pada penyakit kulit seperi gatal-gatal dan obat tersebut tidak boleh diberikan untuk luka yang terbuka. Masing-masing bahan tersebut memiliki fungsi yang berbeda –beda untuk saling melenhkapi kekurangan dari bahan-bahan obat tersebut asam salisilat sebagai keratolitikum dan  anti fungi, Manguesil oxydi sebagai laksativum ; antikonvulsan, Zinci ocydi sebagai antiseptikum local dan Adeps lanae dan talk sebagai bahan tambahannya. Contoh sediaan ini dalam pasaran ialah seperti bedak purol, bedak Caladine, venocyn baby powder, talcyn,rodeca,dll.

D.    Kesimpulan dan saran
1.      Kesimpulan
a.       Resep ini berupa serbuk, digunakan asam salisilat sebagai bahan aktifnya.
b.       Tujuan pengobatan dengan kombinasi resep yang tertulis yaitu agar didapatkan serbuk tabur yang baik, homogen, kering, dan tidak menggumpal saat digunakan.
c.        Resep ini sangat cocok untuk penggunaan topical dan khasiatnya sebagai antiseptik kulit, obat gatal dan mengurangi iritasi kulit. contoh dalam perdagangan: bedak purol, bedak Caladine, venocyn baby powder, talcyn,rodeca,dll.
2.      Saran
a.       Diharapkan alat dan bahan terpenuhi demi kelancaran dalam melaksanakan praktikum
b.      Kritik dan saran diharapkan agar menunjang lebih baik untuk pembuatan laporan-laporan selanjutnya.














E.     Daftar Pustaka
1.      Anonim, 1979, Farmakope Indonesi edisi III, Departemen Kesehatan        Republik Indonesia: Jakarta.

2.      Anonim, 2010, ISO Indonesia Volume 45, Ikatan Apoteker Indonesia:     Jakarta.

3.      Arief,Moh., 2010, Ilmu Meracik obat, Anggota Ikapi Universitas Gadja    Mada : Yogyakarta.

4.       Voigt, R., 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Gajah Mada University Press : Yogyakarta.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar